Selamat dan Sukses Muktamar Muhammadiyah ‘Aisyiyah ke-48
Muktamar tidak hanya sebatas berkerumunan kelompok organisasi masyarakat dalam satu tempat namun esensi dari kegiatan Muktamar adalah permusyawaratan tertinggi di Muhammadiyah, evaluasi program seorang pemimpin sekaligus merumuskan garis-garis kebijakan organisasi untuk lima tahun ke depan. Perhelatan akbar ini menjadi momen silaturahmi dan kolaborasi warga persyarikatan. Sebagai salah satu entitas komunal yang berada di negara demokratis, tentu muktamar diikuti oleh ribuan orang perwakilan wilayah dan daerah Muhammadiyah, juga dimeriahkan oleh warga Muhammadiyah se-Indonesia bahkan Dunia
Muktamar ke-48 mengusung Tema Memajukan Indonesia, Mencerahkan Semesta. Walaupun tema tersebut terkesan utopis, namun sejatinya begitu membumi. Ini terlihat dari jejak langkah strategis untuk mewujudkan cita-cita besar itu melalui berbagai pendirian ranting/cabang dan Amal Usaha Muhammadiyah yang didirikan sampai hari ini, apa saja itu;
Pertama, menjamurnya Amal Usaha Muhammadiyah di berbagai pelosok tanah air dan di berbagai belahan dunia dengan jumlah yang sangat luar biasa.
Kedua, pendirian AUM berbagai belahan dunia yakni Muhammadiyah Australia College (MAC), Universitas Muhammadiyah Malaysia (UMAM) di kawasan Cyberjaya, Selangor dan PCIM Amerika Serikat mendirikan publik charity atau lembaga filantropi bernama TrustMu. UMS baru-baru ini juga melebarkan sayap pendidikannya di Tongmyong University Korea Selatan. Ini membuktikan Muhammadiyah hadir mencerahkan semesta.
Ketiga, publikasi melalui jurnal internasional. Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) mendorong dosen, mahasiswa, dan bahkan tenaga kependidikan tidak hanya menyebarakan (dakwah) mengenai paham Islam wasathiyah di Indonesia. Lebih dari itu mendorong mereka untuk berjejaring dan berkolaborasi dalam riset dan publikasi internasional. Walaupun belum maksimal, langkah ini harus tetap digalakan agar sumbangsih pemikiran dan karya cendekiawan muslim Muhammadiyah dapat dinikmati oleh masyarakat global.

