Perpustakaan UMP kembali menyelenggarakan kegiatan Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ) pada Jumat, 8 Mei 2026 yang bertempat di Ruang Baca Lantai 1 Perpustakaan UMP. Kegiatan ini diikuti oleh para pegawai di lingkungan Perpustakaan UMP dan diisi oleh Sdr. Nur Hardiansyah, SIP dengan tema “Menjaga Iman di Zaman Media Sosial.”
Kegiatan ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Riski Tri Wismanawati, S.Hum., selaku Kepala Perpustakaan UMP. Beliau menyampaikan bahwa pegawai Perpustakaan UMP diharapkan untuk belajar dan mempersiapkan diri sehingga dapat berperan dalam kegiatan dakwah baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan rumah.
Dalam kegiatan ini Sdr. Nur Hardiansyah menyampaikan bahwa saat ini media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya sebagai sarana komunikasi dan berbagi informasi, media sosial juga menyimpan tantangan besar bagi keteguhan iman seseorang.
Media sosial pada dasarnya hanyalah alat. Bukan hanya bisa menjadi jalan pahala, tetapi juga dapat menjadi pintu dosa. Ia bisa mendekatkan manusia kepada Allah, namun juga bisa menjauhkan manusia dari dzikir dan ketenangan hati.
Ia menekankan bahwa di era digital saat ini bukan lagi sekadar apakah kita memiliki media sosial, melainkan apakah iman kita masih selamat di tengah gempuran media sosial.
Dalam tausiyahnya, beliau membagikan 4 cara menjaga iman di zaman media sosial, yaitu:
1. Menjaga mata dan hati dari hal-hal yang merusak
Pengguna media sosial harus selektif dalam memilih konten yang dilihat, karena hal ini berpotensi merusak hati dan pikiran.
2. Menjaga lisan dan jari dari dosa digital
Setiap unggahan, komentar, dan pesan yang kita ketik akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, penting untuk berhati-hati dalam bermedia sosial.
3. Tidak membandingkan hidup dengan orang lain
Media sosial sering menampilkan sisi terbaik kehidupan seseorang. Oleh sebab itu membandingkan diri dengan apa yang terlihat di media sosial dapat membuat gelisah dan tidak bersyukur.
4. Menggunakan media sosial sebagai jalan dakwah dan kebaikan
Media sosial dapat menjadi ladang pahala jika dimanfaatkan untuk menyebarkan ilmu, inspirasi, dan pesan-pesan kebaikan. Beliau mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan berdakwah melalui platform digital. “Jika kita tidak mampu berdakwah di mimbar, Allah memberi kesempatan berdakwah melalui tulisan, status, dan unggahan kita di media sosial. Jangan sampai media sosial kita lebih banyak berisi hiburan daripada kebaikan,” pesannya.
Kegiatan GJDJ ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pegawai Perpustakaan UMP untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, menjadikannya sebagai sarana bertumbuhnya kebaikan, bukan menjadi tempat hilangnya iman. (AIR).

